Sunday, September 13, 2026

SUPERVISI GURU MTs AL ISLAM SUMURREJO SEMESTER GASAL TA 2026

 

Kurikulum Merdeka yang direvisi menempatkan Pembelajaran Mendalam dan insersi Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC) sebagai pendekatan utama—mendorong pemahaman utuh, keterkaitan antar konsep, berpikir kritis, kreativitas, dan penerapan pada konteks nyata. Regulasi terbaru memperkuat arah ini dan mendorong satuan pendidikan menyiapkan pendidik dan pimpinan untuk membangun budaya pembelajaran yang mendalam

Tujuan supervisi kepala MTs Al islam Sumurrejo

•             Meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang menumbuhkan pemahaman mendalam peserta didik. Sistem Informasi Kurikulum Nasional

•             Membina guru secara kolaboratif (coaching, mentoring) — bukan sekadar menilai. Scribd

•             Menyelaraskan praktik pembelajaran di kelas dengan capaian pembelajaran dan alokasi waktu untuk pembelajaran mendalam

Prinsip supervisi guru di MTs Al islam Sumurrejo

1.            Berorientasi pada pembelajaran murid — fokus bukan hanya kegiatan guru, tapi pada proses berpikir dan produk belajar siswa.

2.            Formatif dan kolaboratif — supervisi sebagai bimbingan berkelanjutan (coaching cycle) bukan hukuman.

3.            Kontekstual dan berbasis bukti — observasi kelas, dokumen perencanaan, produk siswa, dan refleksi guru.

4.            Fokus pada praktik Pembelajaran Mendalam — inquiry, problem-based learning, proyek interdisipliner, refleksi metakognitif

Siklus supervisi praktis (langkah demi langkah)

1.            Perencanaan supervisi

•             Kepala MTs al islam Sumurrejo bersama Tim Pengembang Kurikulum  menyusun rencana supervisi tahunan/semester berdasarkan kebutuhan (hasil asesmen, observasi sebelumnya, program madrasah).

2.            Persiapan bersama guru

•             Koordinasi: kepala madrasah, Tim Pengembang Kurikulum  dan guru menyepakati fokus observasi (mis. keterlibatan siswa, pertanyaan tinggi-kognitif, penggunaan tugas autentik).

•             Minta guru mengirim RPP/modul ajar, tugas/proyek, dan target capaian.

3.            Observasi kelas terstruktur

•             Lakukan observasi langsung (atau rekaman bila perlu) menggunakan instrumen yang memuat indikator pembelajaran mendalam: perencanaan berpijak pada capaian, aktivitas berpikir tingkat tinggi, interaksi, penggunaan sumber belajar, asesmen formatif, dan refleksi siswa.

4.            Umpan balik (dialog profesional)

•             Berikan umpan balik yang spesifik, berbasis bukti (contoh: “pada menit 15 terlihat 3 siswa mengajukan hipotesis — bagus; untuk memperdalam, coba minta tiap kelompok menjelaskan alasan hipotesisnya dengan data dari eksperimen kecil”).

•             Gunakan pendekatan tanya-kurikulum: ajak guru refleksi, bukan menggurui.

5.            Tindak lanjut & pendampingan

•             Susun rencana tindak lanjut: pelatihan mini, lesson study, co-planning, atau modelling.

•             Jadwalkan observasi ulang atau pembimbingan berkala.

6.            Dokumentasi & evaluasi

•             Simpan hasil observasi, catatan umpan balik, rencana tindak lanjut, dan bukti peningkatan (produk siswa, rekaman, RPP revisi).

•             Gunakan data untuk perencanaan pengembangan profesional sekolah.

 


0 comments:

Post a Comment